Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura

Kategori: Buku Umum | 33 Kali Dilihat
Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura Reviewed by Tya Chan on . This Is Article About Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura

Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura dan Negara Bintan berburu rente pulau batam | Di awal pengantar buku ini perlu disampaikan bahwa ada tiga hal utama ikhwal yang mendasari penulisannya. PERTAMA, buku yang bertajuk Berburu Rente di Pulau Batam, Provinsi Istimewa Singapura dan “Negara Bintan”, ini diterbitkan atas jasa… Selengkapnya »

Rating: 5.0
Harga:Rp 94.000

Order via Whatsapp

0822-4482-9641 (WA)

Format Whatsapp : ORDER#JUDUL BUKU#BANYAK BUKU (lampirkan gambar/screenshot sampul Buku) Nama Pemesan:Alamat Lengkap:No. Hp:
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : obdp024t
Stok Tersedia
Kg
14-02-2018
Detail Produk "Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura"

Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura dan Negara Bintan

berburu rente pulau batam | Di awal pengantar buku ini perlu disampaikan bahwa ada tiga hal utama ikhwal yang mendasari penulisannya. PERTAMA, buku yang bertajuk Berburu Rente di Pulau Batam, Provinsi Istimewa Singapura dan “Negara Bintan”, ini diterbitkan atas jasa baik rekan-rekan yang berkerja di bidang media di Pulau Batam dan akademis secara bersamaan. Bahan-bahan yang diterbitkan merupakan kumpulan tulisan di rubrik Opini Harian Pagi Batam Pos dan Majalah Batam Pos versi online pada rubrik ‘Segantang Minda’. Sebagai tambahan juga diambil dari beberapa tulisan dari buku, “Berburu Rente di pulau batam Perbatasan Menolak Pembangunanisme di Riau Kepulauan,” yang masih relevan dan untuk melengkapinya tulisan juga diambil dari bahan lain yang kesemuanya terintegrasi dalam representasi judul yang dikemukakan. Selanjutnya perlu disampaikan bahwa kumpulan tulisan yang dirangkum menjadi satu ini merupakan upaya menyebarluaskan hasil proses kreatif kepada khalayak yang pada esensinya melaksanakan salah satu kegiatan tridharma seorang ‘guru’ yang mengajar di perguruan tinggi. KEDUA, ketika menunggu proses mendesain cover buku dan editing, rekan-rekan bertanya berhubungan kesamaan kata berburu dan rente dalam buku sebelumnya [terbit tahun 2005] dengan buku ini. Mereka mempertanyakan jika Saya hobi menggunakan kata berburu dan rente. Ada apa dengan perburuan? Apa yang diburu? Siapa pemburunya? Jujur saja pertanyaan tersebut memberikan inspirasi Saya untuk menjawabnya berdasarkan tiga bagian ulasan buku ini. Pertama, ‘Ekonomi-Politik-Hukum Pulau Batam’. Bagian ini mendeskripsikan sebuah pendekatan aktual dalam memahami fenomena keberadaan Pulau Batam yang direpresentasikan institusi Otorita Batam. Representasi ini berdasarkan pelbagai istilah kawasan ekonomi di Pulau Batam. Istilah yang dimulai dari Entrepot Partikulir, Bonded Warehouse, Bonded Zone, Free Trade Zone dan KEK. Realitas keberadaan Pulau Batam dengan Otorita Batam serta kawasan ekonominya tidak dapat dipisahkan dari tiga kegiatan yang terintegrasi antara ekonomi, politik dan hukum. Ekonomi [yang dicirikan dengan pelbagai istilah kawasan], politik [keberadaan organ pemerintah pusat] dan hukum [produk kebijakan]. Ketiga kegiatan ini menjadikan pendekatan ekonomi-politik tak dapat menjelaskan fenomena di saat hukum [peraturan] diproduksi dengan latarbelakang motivasinya. Sementara pendekatan politik-hukum tak berdaya menjelaskan dominasi kawasan ekonomi yang mengembalikan peran sentralisasi pemerintah pusat. Berpijak pada argumentasi ini untuk memahami keberadaan Pulau Batam [Otorita berubah sementara menjadi Badan Pengusahaan dan kembali ke Otorita dengan istilah ‘Dewan Kawasan’] ini diperlukan pendekatan integratif yang disebut dengan Ekonomi-Politik-Hukum. Bagian kedua mengulas sub tema Berguru dan Bersaing dengan Singapura merefleksikan berhubungan dua hal. Pertama, posisi geografis, dan kedua kawasan strategis. Posisi gegrafis dan kawasan strategis menempatkan Singapura sebuah negara mini yang luasnya kalau dilihat dari peta, lebih besar sedikit dari Pulau Batam. Hanya saja yang menarik negara mini dan ‘makmur’ ini mempunyai kekuatan besar mempengaruhi semua kebijakan Indonesia di wilayah perbatasan Kepulauan Riau. Realitas ini secara sangat strategis menjadikan sangat rasional apabila pemerintah pusat berguru dan sekaligus bersaing dengan negeri yang cerdik ini. Dalam posisi ini tak dapat dinafikan menciptakan Pulau Batam dalam posisi simalakama [secara politik kedaulatan bagian dari [terintegrasi ke] Indonesia dan secara ekonomi terintegrasi ke Singapura]. Posisi simalakami ini menjejaskan keberadaan ‘mentalitas’ para pengelola Pulau Batam untuk melakukan yang disebut perburuan rente. Yang diburu tentu saja keuntungan dari imbal ‘sewa’ posisi jabatan yang dimiliki terhadap pelbagai produk kebijakan yang dibuat. Sementara si pemburu [para aktor] sudah jelas para pemegang jabatan yang berkolaborasi dengan swasta dan pihak yang berkepentingan lainnya. Sedangkan bagian ketiga memaparkan sebuah wacana yang juga pengandaian Pulau Batam merupakan bagian Provinsi Istimewa Singapura. Keistimewaan Pulau Batam diibaratkan Singapura bagai sebuah ‘korporasi’ besar. Wacana Pulau Batam dimaksudkan akibat kalah bersaing serta ketidakberdayaan pemerintah pusat mengelola Pulau Batam. Ketakberdayaan ini juga sebagai ilustrasi sederhana terkait posisi geografis antara Singapura dan Pulau Bintan [bagian dari gugus pulau di Riau Kepulauan] yang tak jauh berbeda. Jika dianalogikan Pulau Bintan sebuah negara, tentu saja Pulau Batam, Rempang, Galang, Karimun dan Natuna misalnya, dapat memberikan inspirasi positif yang mengandung nilai strategis bersaing dengan Singapura. Mengapa? Karena jika dicermati dengan menggunakan peta, Singapura adalah bagian tak terpisahkan dari gugus Riau Kepulauan itu sendiri. KETIGA, pada akhir penulisan pengantar ucapan terima kasih dianugerahkan kepada pelbagai pihak yang membantu penerbitan buku ini. Ucapan terima kasih yang pertama kepada Bapak Rida K Limasi atau Bang Rida saya selalu memanggilnya sebagai Pimpinan di Riau Pos Group. Kemudian ucapan terima kasih kepada rekan-rakan di Batam Pos, Muhammad Iqbal dan Anwar Saleh. Tak lupa rekan-rakan di kampus tercinta, Bang Jumali, Adlin, Auradian Marta, dan Ahmad Jamaan. Secara khusus dan teristimewa, ucapan terima kasih sebesar-besarnya ditujukan kepada sahabat ‘OKY’ yang telah ‘berbaik hati’ menjadi sumber inspirasi dan semangat, serta memberikan nasihat berharga agar tetap tegar, tidak berputus asa dalam proses pencarian walaupun ketegarannya merupakan sebuah penantian yang tiada akhir. Atau dalam ungkapan lainnya disebut dengan sabar sampai sepanjang hayat. Ucapan khusus kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan buku ini, namun nama mereka belum tercantum dalam pengantar. Atas dukungan mereka semua adalah esensi penting dari akhir penyelesaian penerbitan buku berburu rente di pulau batam. Saya meyakini tanpa jasa baik mereka buku ini tidak akan dapat diterbitkan. Sebagai kata akhir Saya menyadari jika penerbitan buku ini tidak terlepas dari kekurangan di sana sini. Berlatar demikianlah kritik dan saran yang membangun amat diharapkan dari pembaca untuk perbaikan penerbitannya di edisi mendatang. Semoga budi baik beserta amal bakti semua mendapat imbalan di kharibaan Allah SWT. Amin

 

Detail Buku:
Judul: Buku Berburu Rente di Pulau Batam Provinsi Istimewa Singapura dan Negara Bintan
Pengarang: Dr. Muchid Albintani
Institusi: Universitas Riau
Bidang Ilmu: Sosial dan Budaya
ISBN: 978- 602-401-302-8
Ukuran: 15,5×23 cm
Halaman: x, 194 hlm
Terbit: April 2016
Ketersediaan: stock di gudang supplier (Deepublish)

Tags: , , , ,

 
Live Chat