Buku Kebanksentralan karya Syaiful Anwar

Kategori: Buku Ajar » Buku Ekonomi Akuntansi | 57 Kali Dilihat
Buku Kebanksentralan karya Syaiful Anwar Reviewed by Tya Chan on . This Is Article About Buku Kebanksentralan karya Syaiful Anwar

Buku Kebanksentralan karya Syaiful Anwar Buku Kebanksentralan | Industri perbankan Indonesia telah menjadi industri yang hampir seluruh aspek kegiatannya diatur oleh pemerintah dan BI. Regulasi tersebut menyebabkan kurangnya inisiatif perbankan. Tahun 1983 merupakan titik awal BI memberikan kebebasan kepada bank-bank untuk menetapkan suku bunga, baik kredit maupun tabungan dan deposito. Tujuannya… Selengkapnya »

Rating: 4.5
Harga:Rp 85.000

Order via Whatsapp

0822-4482-9641 (WA)

Format Whatsapp : ORDER#JUDUL BUKU#BANYAK BUKU (lampirkan gambar/screenshot sampul Buku) Nama Pemesan:Alamat Lengkap:No. Hp:
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : obdp168t
Stok Tersedia
Kg
28-02-2018
Detail Produk "Buku Kebanksentralan karya Syaiful Anwar"

Buku Kebanksentralan karya Syaiful Anwar

Buku Kebanksentralan | Industri perbankan Indonesia telah menjadi industri yang hampir seluruh aspek kegiatannya diatur oleh pemerintah dan BI. Regulasi tersebut menyebabkan kurangnya inisiatif perbankan. Tahun 1983 merupakan titik awal BI memberikan kebebasan kepada bank-bank untuk menetapkan suku bunga, baik kredit maupun tabungan dan deposito. Tujuannya adalah untuk membangun sistem perbankan yang sehat, efisien, dan tangguh. Kebijakan selanjutnya merupakan titik balik dari kebijakan pemerintah dalam penertiban perbankan tahun 1971-1972 dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Deregulasi Perbankan 1988 (Pakto 88), yaitu kemudahan pemberian izin usaha bank baru, izin pembukaan kantor cabang, dan pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Ketika krisis moneter 1997 melanda, struktur perbankan Indonesia porak poranda. Pada tanggal 1 November 1997, dikeluarkan kebijakan pemerintah yang melikuidasi 16 bank swasta. Hal ini mengakibatkan kepanikan di masyarakat. Oleh karena itu, Bank Indonesia turun mengatasi keadaan dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) atas dasar kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, berbagai tindakan restrukturisasi dijalankan oleh Bank Indonesia bersama pemerintah. Sistem pembayaran di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pembayaran tunai dan non tunai. Dalam Undang-Undang (UU) No. 11/1953 ditetapkan bahwa Bank Indonesia (BI) hanya mengeluarkan uang kertas dengan nilai lima rupiah ke atas, sedangkan pemerintah berwenang mengeluarkan uang kertas dan uang logam dalam pecahan di bawah lima rupiah. Uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah uang kertas bertanda tahun 1952 dalam tujuh pecahan. Selanjutnya, berdasarkan UU No. 13/1968, BI mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam semua pecahan. Dalam rangka mencapai tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan 3 (tiga) bidang utama tugas Bank Indonesia, yaitu: a. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, b. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, c. serta mengatur dan mengawasi bank. Untuk mencapai tujuan Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai rupiah, Pasal 10 UU‐BI menegaskan bahwa Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melaksanakan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi serta melakukan pengendalian moneter melalui berbagai cara.

 

Detail Buku: 
Judul: Kebanksentralan
Pengarang: Syaiful Anwar
Bidang Ilmu: Ekonomi
ISBN: 978-602-401-642-5
Ukuran: 15.5×23 cm
Halaman: xiv, 123 hlm
Terbit: Juni 2017
Stock: Di gudang supplier Jogjakarta (Deepublish)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
Live Chat